Reproduktologi
| pengobatan | |
|---|---|
| Fertilisasi In Vitro (IVF) | $7500 |
CHA Fertility Center adalah fasilitas medis terbesar untuk perawatan infertilitas di Asia. Klinik ini terletak di Seoul, ibu kota Korea Selatan.
Dokter-dokter di CHA memiliki spesialisasi dalam fertilisasi in vitro (IVF), diagnosis genetik preimplantasi (PGD) untuk mengidentifikasi cacat pada embrio dan memilih yang sehat; skrining genetik preimplantasi (PGS) untuk mempelajari embrio selama IVF dan membantu mendapatkan bayi yang sehat; serta perawatan infertilitas pria.
Staf medis menyediakan layanan VIP untuk pasien internasional. Manajer pribadi mendampingi setiap pasien di semua tahap perawatan.
Lebih dari 20,000 pasangan memiliki anak dengan bantuan CHA Fertility Clinic.

| pengobatan | |
|---|---|
| Fertilisasi In Vitro (IVF) | $7500 |
CHA Fertility Medical Group didirikan di Los Angeles (USA) pada tahun 2002. Saat ini pusat medis CHA menyediakan pengobatan di USA, Jepang, dan Korea Selatan.
Pada tahun 2015, CHA Fertility Center di Seoul didirikan. Hingga saat ini, ini adalah pusat IVF terbesar di Asia dalam hal jumlah pasien.
Dokter CHA melakukan tidak hanya fertilisasi in vitro tradisional tetapi juga teknik baru seperti injeksi sperma morfologi terpilih intracytoplasmic (IMSI) dan injeksi sperma intracytoplasmic (ICSI). Kedua metode ini membantu memilih sperma yang tercepat dan paling aktif yang meningkatkan peluang untuk pembuahan sel telur.
Manajer medis akan mendukung Anda di semua tahap pengobatan.
Interior klinik dan kamar yang mewah akan menyiapkan Anda untuk hasil IVF yang sukses.
CHA Fertility Center di Seoul memiliki sertifikat dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan untuk mematuhi 120 poin standar terapi aman. Klinik CHA adalah satu-satunya fasilitas untuk terapi infertilitas di antara 368 lainnya di Korea yang mendapatkan sertifikasi semacam itu.
Indikasi yang paling umum untuk prosedur ini adalah:
Setiap prosedur IVF terdiri dari 4 langkah:
Setelah prosedur, Anda melanjutkan aktivitas harian seperti biasa. Namun, Anda mungkin mengalami beberapa efek samping setelah IVF seperti nyeri payudara, sedikit kembung atau kram, sembelit. Jika Anda merasakan nyeri setelah transfer embrio, hubungi dokter Anda.
Skema langkah dasar yang terlibat dalam proses fertilisasi in vitro di CHA Fertility Center
Prosedur ini memungkinkan orang tua dengan kelainan kromosom (seperti sindrom Down) atau penyakit genetik untuk memiliki anak yang sehat.
PGD dilakukan sebelum transfer embrio ke dalam rahim. Spesialis reproduksi memeriksa embrio di bawah mikroskop dan menemukan alasan gangguan perkembangan. Dokter melakukan IVF hanya menggunakan embrio yang sehat.
PGS digunakan ketika pasangan tidak memiliki penyakit keturunan, tetapi ingin meningkatkan keberhasilan konsepsi. Selama pemeriksaan, dokter melakukan skrining dari semua 46 kromosom embrio.
Indikasi untuk PGS: usia wanita di atas 35 tahun, riwayat keguguran, pengurangan jumlah sperma (oligospermia) pada pria.
Seorang pria menjalani pemeriksaan untuk menentukan penyebab infertilitas. Berdasarkan hasil diagnosis, dokter melakukan salah satu prosedur:
Pasien memiliki asisten pribadi yang membantu mereka melalui semua tahap IVF dan mengatur layanan tambahan — transfer, tur.
Setelah transfer embrio, seorang wanita beristirahat di kamar terpisah yang meningkatkan efektivitas konsepsi.
Rumah kaca di CHA Fertility Center
