Konsumsi alkohol kronis merupakan penyebab utama sirosis hati di Azerbaijan. Hepatitis virus B dan C terus menjadi faktor penyebab yang signifikan. Penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD) merupakan penyebab yang sedang berkembang. Insiden NAFLD meningkat sebesar 191,2% dari tahun 1990 hingga 2019, dengan angka kejadian 51,5 kasus per 100.000 orang di Azerbaijan.
- Konsumsi alkohol: Penyalahgunaan alkohol kronis adalah penyebab kerusakan hati yang paling umum.
- Hepatitis virus: Hepatitis B dan C menyumbang lebih dari 60% kematian akibat sirosis hati regional.
- Faktor metabolik: Obesitas dan diabetes menyebabkan peningkatan kejadian penyakit hati berlemak non-alkoholik.
- Tren gender: Pria berisiko lebih tinggi karena peningkatan konsumsi alkohol dan infeksi virus.
Pendapat ahli Bookimed: Klinik-klinik di Baku, seperti Rumah Sakit Liv Bona Dea, menerapkan teknik transplantasi mutakhir untuk pengobatan stadium akhir penyakit ini. Para ahli gastroenterologi, seperti Dr. Nurana Guliyeva dari Pusat Kedokteran Biologi, mengkhususkan diri dalam hepatitis virus B, C, dan D. Fokus ganda pada pengobatan virus dan teknik bedah ini mencerminkan profil regional penyakit yang kompleks.
Opini pasien: Pasien menekankan bahwa hepatitis seringkali tetap menjadi "pembunuh senyap" selama beberapa dekade tanpa pemeriksaan rutin. Banyak yang menyesal mengabaikan konsumsi alkohol harian dalam jumlah sedang, yang seiring waktu menyebabkan jaringan parut hati yang tidak terdiagnosis.