Filler berbasis asam hialuronat, seperti Restylane dan Juvederm, yang digunakan di Korea Selatan, dapat langsung dihilangkan dengan suntikan hialuronidase. Enzim ini melarutkan filler dalam waktu 24–48 jam. Filler non-asam hialuronat, seperti Radiesse, bersifat semi-permanen dan membutuhkan metabolisme alami selama 12–24 bulan.
- Antioksidan: Enzim hialuronidase secara khusus melarutkan filler berbasis asam hialuronat seperti Belotero dan Restylane.
- Jangka waktu: Tanda-tanda kerusakan yang terlihat muncul segera, dengan hasil penuh biasanya tercapai dalam 1-2 hari.
- Jenis yang tidak dapat dibalik: kalsium hidroksiapatit (Radiesse) dan PLLA (Sculptra) tidak larut oleh enzim.
- Saran ahli: Tunggu 14 hari hingga pembengkakan mereda sebelum memutuskan untuk melakukan suntikan pembuka pori.
Pendapat para ahli Bookimed: Klinik-klinik terkemuka di Seoul, seperti Forena dan BIOFACE, sering menggunakan injeksi desain 3D untuk menghindari kebutuhan perawatan rekonstruksi. Dr. Yeom Jihye dari Forena telah melakukan lebih dari 14.000 prosedur tersebut, dengan memberikan perhatian khusus pada injeksi yang tepat. Memilih ahli bedah berpengalaman dan bersertifikasi secara signifikan mengurangi kemungkinan perlunya perawatan rekonstruksi.
Umpan balik pasien: Pasien melaporkan bahwa untuk meredakan gejala secara paling efektif, sangat penting untuk mengambil tindakan dalam 48 jam pertama. Meskipun sebagian besar melaporkan hasil yang cepat, beberapa mengalami pembengkakan sementara setelah suntikan enzim, yang berlangsung hingga 7 hari.