Risiko utama operasi kelopak mata atas dan bawah meliputi sindrom mata kering, malposisi kelopak mata, dan asimetri. Meskipun jarang terjadi, komplikasi yang lebih serius, seperti kesulitan menutup mata atau kehilangan penglihatan, dapat terjadi. Sebagian besar efek samping, seperti pembengkakan, memar, dan penglihatan kabur, akan hilang dalam waktu 10 hingga 14 hari.
- Mata kering: Mata kering yang terus-menerus dapat berlangsung selama beberapa bulan atau menjadi kondisi pasca operasi kronis.
- Posisi kelopak mata yang salah: kelopak mata bawah dapat berbalik ke luar (ektropion) atau ke dalam (entropion), yang memerlukan koreksi ulang.
- Asimetri estetika: Perbedaan individu dalam proses penyembuhan dapat menyebabkan ketidakseimbangan yang terlihat antara kedua mata setelah prosedur.
- Perubahan penglihatan: Sensitivitas terhadap cahaya sementara atau penglihatan ganda biasanya akan hilang seiring dengan berkurangnya pembengkakan setelah operasi.
Pendapat para ahli Bookimed: Klinik-klinik Korea Selatan seperti JK Plastic Surgery Center dan Wonjin menangani volume prosedur yang tinggi, dengan beberapa ahli bedah melakukan lebih dari 1.000 operasi mata. Data menunjukkan bahwa operasi kelopak mata bawah secara teknis lebih menantang daripada operasi kelopak mata atas. Pasien sebaiknya memilih ahli bedah yang merupakan anggota organisasi seperti Korean Society for Eyelid Surgery Research.
Umpan balik pasien: Banyak pasien melaporkan bahwa pembengkakan benar-benar mereda dalam waktu 6-12 bulan. Mereka sering merekomendasikan pendekatan bedah konservatif untuk menghindari koreksi berlebihan, yang jauh lebih sulit untuk dikoreksi.