Dr. Apisit Rattanasarn is an orthopaedic surgeon who focuses on foot and ankle disorders. He trained at major academic medical centers in Thailand.
He completed residency in Orthopaedic Surgery and a fellowship in Foot and Ankle Surgery at the Faculty of Medicine, Siriraj Hospital, Mahidol University. He has broad experience in surgical and non-surgical care for degenerative disease, sports injuries, and post‑traumatic conditions.
His practice focuses on accurate diagnosis, joint preservation, pain control, and long-term function. He provides tailored treatment plans. He is a member of the Thailand Orthopaedic Foot & Ankle Society (THOFAS) and the Royal College of Orthopaedic Surgeons of Thailand (RCOST), and is licensed by the Thai Medical Council (TMC).
Dr. PYONG mengintegrasikan robotika tingkat lanjut dan teknik non-invasif untuk rehabilitasi osteoartritis, memimpin praktik klinis dan swasta di PYONG Rehabilitation Group.
Dr. Pradab Pradasuk is an orthopedic surgeon with 24 years of experience at Navamin9 Hospital in Bangkok. He consults in English and Thai.
His practice focuses on arthroscopy and knee reconstruction. This includes ACL surgery, meniscectomy, arthroplasty, and joint replacement. He treats shoulder disorders, including rotator cuff tears. He manages ankle and foot conditions, including arthrodesis, joint replacement, Achilles tendon repair, and toe or foot reconstruction. He performs fracture surgery of the forearm, pelvis, and spine. Spine procedures include endoscopic discectomy, decompression, fusion with instrumentation, and spinal cord stimulation (SCS). He provides limb prosthetics and orthotics. He provides orthopedic rehabilitation, including Re-Step. Diagnostic support includes MRI, CT, and chest X-ray.
dr. Naputt berspesialisasi dalam kedokteran olahraga dan bedah ortopedi, dengan fokus utama pada pemulihan pasca operasi dan kondisi muskuloskeletal.
Nama resmi | Kerajaan Thailand |
Mata uang | Baht Thailand (Anda juga dapat membayar layanan dalam dolar) |
Periode terbaik untuk perjalanan | November-awal April |
Bahasa | Thai (sebagian besar staf medis berbicara bahasa Inggris dengan lancar) |
Visa | diperlukan untuk perjalanan selama 3-6 bulan |
Perbedaan waktu dengan Eropa | 7 jam |
Perbedaan waktu dengan AS | 12 jam |
Ibu kota | Bangkok |
Pusat pariwisata medis | Bangkok |
Resor populer | Koh Samui, Phuket, Chiang Mai, Koh Chang, Hua Hin |
Kesehatan merupakan sektor pengembangan utama pemerintah Thailand. Pihak berwenang Thailand yakin bahwa perawatan kesehatan warga harus menjadi prioritas mutlak kebijakan negara dan menghabiskan sekitar 25 miliar baht untuk perawatan kesehatan setiap tahun.
Sebagai hasilnya, 36.673 fasilitas medis memberikan perawatan medis yang sangat baik di negara tersebut. 64 pusat di Kerajaan ini memiliki sertifikat JCI (Joint Commission International), peningkat mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan internasional di seluruh dunia. Indeks sertifikat yang diperoleh adalah yang terbesar. Sebagai perbandingan, Israel memiliki 20 fasilitas yang terakreditasi JCI, dan Jerman — hanya 10 klinik jenis ini.
Di Kerajaan Thailand, hotel dengan berbagai kisaran harga dan tingkat layanan disajikan. Tingkat hotel di Thailand sebanding dengan hotel di Tunisia, Maroko, atau Mesir. Sebagian besar turis memilih hotel bintang 4 dan 5 dengan makan inklusif. Hotel semacam itu memiliki segala sesuatu untuk penginapan yang nyaman: makanan yang bervariasi, area luas yang terawat, hiburan untuk anak-anak dan dewasa. Beberapa hotel memiliki taman air sendiri, yang dapat digunakan oleh tamu secara gratis. Wisatawan dengan anggaran terbatas dapat memesan hotel bintang 3 yang ekonomis dengan setengah papan atau tanpa makan sama sekali.
Keuntungan utama resor di Thailand adalah musim pantai yang panjang. Di pantai timur dan pantai barat, fitur iklim berbeda, jadi perhatikan hal ini saat merencanakan perjalanan. waktu terbaik untuk bepergian adalah selama musim dingin dan kering antara bulan November dan awal April. Gelombang besar wisatawan terjadi pada bulan Maret-Mei, ketika suhu udara mencapai +30°C.
Untuk saat ini, Kerajaan Thailand mensyaratkan rezim visa yang berbeda untuk berbagai negara. Beberapa orang asing dapat tinggal di negara itu selama 60 hari tanpa kontrol visa, sebagian lainnya — hanya 14 hari.
Berapa lama Anda dapat tinggal di Thailand dan negara mana saja yang dapat melintas perbatasan dengan mudah dapat dibaca di sini.
Visa untuk perjalanan ke Thailand memerlukan sejumlah dokumen. Dokumen yang diperlukan dapat diserahkan 90 hari sebelum keberangkatan yang direncanakan. daftar dokumen meliputi: