Dr. Apisit Rattanatanasarn adalah dokter bedah ortopedi di EDNA Wellness di Bangkok. Beliau memiliki spesialisasi dalam gangguan kaki dan pergelangan kaki serta pengobatan regeneratif. Beliau menyelesaikan pelatihan fellowship di Universitas Mahidol, pusat medis akademik terkemuka di Thailand. Dr. Rattanatanasarn menangani penyakit degeneratif, cedera olahraga, dan kondisi tulang pascatrauma.
Fisiatris bersertifikat yang berspesialisasi dalam teknik rehabilitasi tingkat lanjut, termasuk pelatihan jalan robotik dan manajemen nyeri kronis di PYONG Rehabilitation Group.
Dr. Pongsathron Liengwattanakol, M.D., adalah ahli bedah ortopedi di Rumah Sakit Interdisipliner Mali di Bangkok. Ia meraih gelar M.D. dari Universitas Thammasat (2007–2013). Ia menyelesaikan residensi bedah ortopedi di Universitas Thammasat (2016–2021). Sebelumnya, ia menjabat sebagai dokter umum dan petugas ortopedi di Rumah Sakit Buddhasothorn. Ia juga bekerja sebagai ahli bedah ortopedi di Asia International Hospital.
Akreditasi mencakup sertifikasi dewan dalam Kedokteran Umur Panjang dan Kualitas Hidup serta Kesehatan Nutrisi. Ia memegang diploma dalam Seksologi Klinis dan Kedokteran Seksual. Ia juga memegang sertifikat Terapi Seks. Ia bersertifikat dalam Advanced Cardiac Life Support (ACLS).
Pelatihan lanjutan mencakup Kemajuan Terbaru dalam Kedokteran Regeneratif (2025). Ia terlatih dalam injeksi asam hialuronat tingkat lanjut. Ia memiliki pengalaman dengan mesoterapi, terapi vitamin, dan PRP. Ia menyelesaikan kursus dalam penggunaan toksin botulinum multidisiplin dan dermatologi kosmetik regeneratif. Ia terlatih dalam transplantasi rambut FUE dan pengisi intim non-invasif (2024). Ia juga mempelajari manajemen nyeri dan insomnia.
Dr. Suebuang Phupichphong adalah seorang ahli bedah ortopedi. Dr. Phupichphong memiliki pelatihan subspesialisasi dalam kedokteran olahraga.
Pendidikan dan pelatihan: M.D., Fakultas Kedokteran Rumah Sakit Ramathibodi, Universitas Mahidol. Diploma, Dewan Bedah Ortopedi Thailand, Rumah Sakit Lerdsin, Departemen Layanan Medis. Fellowship dalam Kedokteran Olahraga, Rumah Sakit Phramongkutklao.
Operasi ACL (Anterior Cruciate Ligament) di Thailand sangat efektif, dengan tingkat keberhasilan antara 82% hingga 95%. Pasien mendapatkan manfaat dari pusat ortopedi khusus yang menggunakan asisten robotik dan artroskopi minimal invasif. Teknik-teknik canggih ini mendukung pemulihan yang lebih cepat. Banyak individu kembali ke tingkat atletik sebelum cedera dalam beberapa bulan.
Wawasan Pakar Bookimed: Thailand semakin bergeser ke arah spesialisasi ceruk. KDMS Specialized Orthopedic Hospital menjadi fasilitas pertama di negara ini yang didedikasikan sepenuhnya untuk ortopedi. Konsentrasi keahlian ini memungkinkan rumah sakit untuk mengelola 1.000 pasien setiap tahun. Volume terspesialisasi semacam ini menunjukkan bahwa dokter bedah mempertahankan kemahiran yang lebih tinggi dalam rekonstruksi ACL yang kompleks dibandingkan dengan rumah sakit umum.
Konsensus Pasien: Pasien mencatat bahwa meskipun operasi efisien, keberhasilan sangat bergantung pada kepatuhan terhadap rencana rehabilitasi yang ketat. Mereka sering menekankan bahwa menemukan dokter bedah dengan volume kasus yang tinggi lebih penting daripada sekadar memilih fasilitas modern.