Prof. Dr. M. Emre Üstündağ is a Professor of Otorhinolaryngology–Head and Neck Surgery at Anadolu Medical Center in Gebze. He has been a professor at Kocaeli University since 2006. He completed his MD and ENT residency at Istanbul University between 1983 and 1995. He has worked at Istanbul and Kocaeli universities and at Acıbadem hospitals. He has also maintained a private practice since 2006.
Clinical focus: head and neck oncology and surgery; rhinology and rhinoplasty; laryngology; septoplasty; sleep apnea surgery.
He completed international training in Ireland (Ardkeen). In Germany, he trained in Tübingen; Freiburg (otology, 4 months); and Regensburg (rhinology, 4 months). In the USA, he trained at Stanford in laryngology and sleep apnea (4 months). He has 47 international articles and 788 citations (Google Scholar, Jan 2026). He is a member of the Turkish ORL-HNS, the Istanbul University ENT Association, and the German ORL-HNS.
Dr. Dogukan Aydenizoz berspesialisasi dalam perawatan THT dengan fokus pada kelumpuhan pita suara di Medical Park Antalya Hospital Complex.
Assoc. Prof. Dr. Murat Damar is an ENT specialist at Private Optimed International Çorlu Hospital, ENT Clinic. He graduated from Uludağ University in 1997. He completed ENT residency training at Istanbul University from 2004 to 2009.
He has authored 18 international and 2 national peer-reviewed articles. He has also presented 9 international and 16 national congress papers. His research focuses on chronic otitis media, septal deviation, salivary gland tumors, sleep apnea biomarkers, and myringoplasty materials. He completed advanced courses in live head and neck tumor surgery, applied thyroid ultrasound, and several endoscopic sinus surgery cadaver masterclasses. He speaks English.
Dr. Yasar Cokkeser is an ENT specialist. He graduated from Istanbul University Faculty of Medicine (1983–1989). He completed his ENT residency at Ankara Numune Hospital (1989–1994). He held a Clinical Research Fellowship in Otology and Skull Base Surgery at Gruppo Otologico, Italy (1993–1994). He also completed observerships at GWU Neurosurgery, House Ear Institute, USC, Johns Hopkins, and the University of Pennsylvania.
He served at Inönü University as Assistant Professor (1994–1999) and Associate Professor (1999–2005). He was Chief of Clinic at Ümraniye Training and Research Hospital (2005–2007). His recent practice includes Medicana Ataköy (2024–2025).
He has more than 75 publications indexed in Index Medicus. His articles appear in Otolaryngol Head Neck Surg, Am J Otol, J Laryngol Otol, and Ann Otol Rhinol Laryngol. His work covers revision stapes surgery, skull base approaches, vestibular schwannoma, and DCR outcomes in 115 patients (130 eyes).
Layanan kesehatan adalah sektor pengembangan utama pemerintah Turki. Pihak berwenang Turki yakin bahwa perawatan kesehatan warga harus menjadi prioritas mutlak dalam kebijakan negara dan menghabiskan sekitar 77 miliar lira setiap tahun untuk layanan kesehatan.
Hasilnya, 28.000 fasilitas medis menyediakan perawatan medis yang sangat baik di negara ini. Sekitar 50 pusat memiliki sertifikat JCI (Joint Commission International), peningkat kualitas dan keamanan layanan kesehatan internasional di seluruh dunia. Indeks sertifikat yang diperoleh adalah yang terbesar. Sebagai perbandingan, Israel memiliki 20 fasilitas bersertifikasi JCI, dan Jerman — hanya 10 klinik jenis ini.
| Mata Uang | lira (Anda juga dapat membayar layanan dengan dolar dan euro) |
| Periode terbaik untuk perjalanan | Mei-Oktober |
| Bahasa | Turki (sebagian besar staf medis berbicara bahasa Inggris dengan lancar) |
| Visa | tidak diperlukan untuk perjalanan setidaknya 30 hari per kunjungan |
| Selisih waktu dengan Eropa | 3 jam |
| Selisih waktu dengan Amerika Serikat | 8 jam |
| Ibu Kota | Ankara |
| Pusat pariwisata medis | Istanbul |
| Resor populer | Alanya, Antalya, Kemer, Marmaris |
Di Turki, hotel dengan berbagai harga dan tingkat layanan tersedia. Tingkat hotel di Turki sebanding dengan hotel di Tunisia, Maroko, atau Mesir. Sebagian besar wisatawan memilih hotel bintang 4 dan 5 dengan makan inklusif. Hotel semacam itu memiliki segalanya untuk kenyamanan menginap: makanan yang bervariasi, area yang luas dan terawat, animasi untuk anak-anak dan dewasa. Beberapa hotel memiliki taman air sendiri yang dapat digunakan tamu secara gratis. Wisatawan dengan anggaran terbatas dapat memesan hotel ekonomis bintang 3 dengan setengah papan atau tanpa makanan sama sekali.
Keuntungan utama resor Turki adalah musim pantai yang panjang. Di pantai Mediterania, dimulai pada bulan April dan berlangsung hingga November. Di resor Laut Aegea — dari Mei hingga Oktober. Waktu paling nyaman untuk berenang adalah dari pertengahan Juni hingga akhir Oktober. Lonjakan besar wisatawan terjadi pada bulan Juli-Agustus, ketika suhu udara mencapai +38°C, dan air menghangat hingga +27°C.
Pada tahun 2020, Republik Turki memiliki perjanjian bebas visa dengan 89 negara. Beberapa warga negara asing dibebaskan dari kewajiban memperoleh visa masuk, sementara yang lain diharuskan mendapatkan visa elektronik (e-Visa), dan yang lainnya harus mengajukan permohonan visa di perwakilan Turki di luar negeri.
Negara mana yang memerlukan visa untuk perawatan di Turki dan negara mana yang dapat melintasi perbatasan dengan mudah dapat dibaca di sini.
Visa untuk perjalanan ke Turki memerlukan sejumlah dokumen. Dokumen yang diperlukan dapat diajukan 90 hari sebelum tanggal keberangkatan yang direncanakan. Daftar dokumen meliputi: