| Turquia | Austria | Spanyol | |
| Radiosurgery tumor otak | dari $3,000 | - | dari $8,232 |
Dr. Solak berspesialisasi dalam bedah radio (radiosurgery) untuk tumor otak, menempuh pendidikan di Institut Kanker Universitas Hacettepe dan MD Anderson Cancer Center.
Prof. Dr. Ahmet Hilmi Kaya is a professor of neurosurgery at Anadolu Medical Center in Gebze, Turkey. He earned his MD from Istanbul University Cerrahpaşa (English program). He completed his neurosurgery residency there from 1996 to 2003. He became a professor in 2015. He also completed observerships at Maastricht University in 2007 and 2009.
His clinical focus includes functional and stereotactic neurosurgery, including deep brain stimulation (DBS) for Parkinson’s disease and essential tremor. He also treats spinal tumors and spinal stenosis and performs spinal instrumentation. He manages skull base and brain tumors. He performs vascular surgery of the central nervous system.
Achievements include leading a Parkinson’s research project at Ondokuz Mayıs University (BAP, Project No. T.597, 2008). He supervised a neurosurgery thesis in 2008. His awards include third place at the 2nd National Congress of the Society of Neurosurgery in 2006, the Turkish Neurosurgical Society Overseas Scholarship in 2008, and the Aysima Altınok Thesis Award in 2009. Several of his papers ranked at the 22nd and 23rd Turkish Neurosurgical Society Scientific Congresses in 2008 and 2009. He is a member of the Turkish Neurosurgical Society and the Turkish Medical Association.
Prof. Dr. Hasan Ozgur Ozdemir berspesialisasi dalam bedah radio untuk tumor otak di Kompleks Rumah Sakit Medical Park Antalya, dengan pengalaman bedah saraf lebih dari 25 tahun.
Spesialis bedah otak dan saraf dengan fokus pada operasi tumor serebrospinal di Medical Park Antalya. Berpengalaman dalam prosedur bedah saraf yang kompleks.
Layanan kesehatan adalah sektor pengembangan utama pemerintah Turki. Pihak berwenang Turki yakin bahwa perawatan kesehatan warga harus menjadi prioritas mutlak dalam kebijakan negara dan menghabiskan sekitar 77 miliar lira setiap tahun untuk layanan kesehatan.
Hasilnya, 28.000 fasilitas medis menyediakan perawatan medis yang sangat baik di negara ini. Sekitar 50 pusat memiliki sertifikat JCI (Joint Commission International), peningkat kualitas dan keamanan layanan kesehatan internasional di seluruh dunia. Indeks sertifikat yang diperoleh adalah yang terbesar. Sebagai perbandingan, Israel memiliki 20 fasilitas bersertifikasi JCI, dan Jerman — hanya 10 klinik jenis ini.
| Mata Uang | lira (Anda juga dapat membayar layanan dengan dolar dan euro) |
| Periode terbaik untuk perjalanan | Mei-Oktober |
| Bahasa | Turki (sebagian besar staf medis berbicara bahasa Inggris dengan lancar) |
| Visa | tidak diperlukan untuk perjalanan setidaknya 30 hari per kunjungan |
| Selisih waktu dengan Eropa | 3 jam |
| Selisih waktu dengan Amerika Serikat | 8 jam |
| Ibu Kota | Ankara |
| Pusat pariwisata medis | Istanbul |
| Resor populer | Alanya, Antalya, Kemer, Marmaris |
Di Turki, hotel dengan berbagai harga dan tingkat layanan tersedia. Tingkat hotel di Turki sebanding dengan hotel di Tunisia, Maroko, atau Mesir. Sebagian besar wisatawan memilih hotel bintang 4 dan 5 dengan makan inklusif. Hotel semacam itu memiliki segalanya untuk kenyamanan menginap: makanan yang bervariasi, area yang luas dan terawat, animasi untuk anak-anak dan dewasa. Beberapa hotel memiliki taman air sendiri yang dapat digunakan tamu secara gratis. Wisatawan dengan anggaran terbatas dapat memesan hotel ekonomis bintang 3 dengan setengah papan atau tanpa makanan sama sekali.
Keuntungan utama resor Turki adalah musim pantai yang panjang. Di pantai Mediterania, dimulai pada bulan April dan berlangsung hingga November. Di resor Laut Aegea — dari Mei hingga Oktober. Waktu paling nyaman untuk berenang adalah dari pertengahan Juni hingga akhir Oktober. Lonjakan besar wisatawan terjadi pada bulan Juli-Agustus, ketika suhu udara mencapai +38°C, dan air menghangat hingga +27°C.
Pada tahun 2020, Republik Turki memiliki perjanjian bebas visa dengan 89 negara. Beberapa warga negara asing dibebaskan dari kewajiban memperoleh visa masuk, sementara yang lain diharuskan mendapatkan visa elektronik (e-Visa), dan yang lainnya harus mengajukan permohonan visa di perwakilan Turki di luar negeri.
Negara mana yang memerlukan visa untuk perawatan di Turki dan negara mana yang dapat melintasi perbatasan dengan mudah dapat dibaca di sini.
Visa untuk perjalanan ke Turki memerlukan sejumlah dokumen. Dokumen yang diperlukan dapat diajukan 90 hari sebelum tanggal keberangkatan yang direncanakan. Daftar dokumen meliputi: