Ahli bedah Korea memilih penempatan implan payudara berdasarkan ketebalan jaringan, tipe tubuh, dan elastisitas kulit. Mereka terutama menggunakan metode dual-plane untuk memberikan kemiringan alami bagi tubuh yang lebih ramping. Teknik khusus ini meminimalkan tepi implan yang terlihat dan mengurangi risiko umum bagi pasien dengan jaringan alami minimal.
- Tes cubit jaringan: Dokter menggunakan jangka sorong untuk mengukur lapisan lemak guna pemilihan kedalaman kantong yang presisi.
- Preferensi dual-plane: Teknik ini adalah standar untuk belahan dada alami dan pengangkatan payudara bagian atas yang lebih baik.
- Penempatan submuskular: Ahli bedah memilih ini untuk pasien kurus guna mencegah implan bergelombang dan dapat diraba.
- Pemilihan subglandular: Metode ini dicadangkan untuk pasien dengan jaringan kelenjar yang cukup atau pengangkatan sebelumnya.
Wawasan Pakar Bookimed: Data menunjukkan bahwa ahli bedah papan atas Seoul, seperti Dr. Son Yu Ri dan Dr. Kim Kyu Hee, sering memegang keanggotaan ganda di masyarakat penelitian estetika dan rekonstruktif. Fokus akademis ini memungkinkan mereka untuk menyesuaikan penempatan untuk kasus yang kompleks. Misalnya, Dr. Francis Jeon membawa pengalaman lebih dari 35 tahun untuk membantu pasien dengan bentuk dinding dada yang unik.
Konsensus Pasien: Pasien mencatat bahwa konsultasi melibatkan pencitraan 3D dan pengukuran yang sangat mendetail. Mereka sering merasa lega ketika ahli bedah merekomendasikan teknik hemat otot yang sesuai dengan tipe tubuh mereka yang lebih kecil. Banyak yang terkejut dengan seberapa besar pengaruh tes cubit terhadap rencana bedah akhir.