Ahli onkologi Turki menentukan kelayakan imunoterapi dengan mengevaluasi biomarker tumor, histologi kanker, dan status performa pasien. Spesialis seperti Dr. Bulent Karagoz dan Profesor Yesim Yildirim menganalisis ekspresi PD-L1, status MSI-H/dMMR, dan profil genomik untuk memverifikasi apakah penghambat pos pemeriksaan imun (immune checkpoint inhibitors) akan secara efektif menargetkan sel kanker tertentu.
- Analisis biomarker: Dokter menguji kadar PD-L1 dan Tumor Mutational Burden (TMB) untuk memprediksi respons.
- Pembuatan profil genomik: Spesialis menggunakan tes NGS dan IHC untuk mengidentifikasi mutasi seperti EGFR atau ALK.
- Penilaian performa: Pasien harus memiliki skor fungsional ECOG yang stabil untuk menoleransi kemungkinan efek terkait imun.
- Tinjauan kontraindikasi: Para ahli menyingkirkan kondisi autoimun yang parah dan menangani penggunaan kortikosteroid dosis tinggi terlebih dahulu.
Wawasan Pakar Bookimed: Spesialis Turki memberikan keuntungan langka melalui keahlian ganda dalam biologi tumor dan imunologi. Misalnya, Profesor Yesim Yildirim dan Dr. Bulent Karagoz di Anadolu Medical Center memiliki latar belakang penelitian yang luas dalam imunologi tumor. Hal ini memungkinkan mereka untuk membuat rencana imunoterapi yang dipersonalisasi di luar protokol standar, sering kali mengintegrasikan temuan dari 100+ publikasi ilmiah gabungan mereka.
Konsensus Pasien: Pasien mencatat bahwa dokter mengambil pendekatan yang sangat personal daripada mengikuti aturan yang kaku. Mereka menghargai bagaimana tim multidisiplin, termasuk ahli radiologi dan onkologi, meninjau setiap hasil tes bersama-sama. Banyak yang merasa lega ketika dokter menjelaskan dengan tepat bagaimana biomarker spesifik mereka membuat mereka menjadi kandidat untuk pengobatan.