Komplikasi umum dari prosedur Whipple meliputi pengosongan lambung yang tertunda, fistula pankreas, dan infeksi. Pasien mungkin mengalami masalah pencernaan, penurunan berat badan, atau perkembangan diabetes. Risikonya lebih rendah di pusat-pusat besar yang terakreditasi JCI, seperti Sheba Medical Center, di mana para spesialis melakukan operasi robotik dan minimal invasif yang kompleks.
- Pengosongan lambung tertunda: Lambung mengosongkan diri secara perlahan, terkadang memerlukan pemberian makan melalui selang atau dukungan nutrisi sementara.
- Fistula pankreas: Enzim pencernaan bocor dari sambungan tersebut, biasanya dengan pemantauan ketat setelah operasi.
- Abses perut: Infeksi internal dapat berkembang 7-10 hari setelah operasi, sering disertai demam.
- Masalah saluran empedu: Kebocoran empedu dari saluran empedu atau infeksi seperti kolangitis dapat menyebabkan episode demam yang berulang.
Pendapat ahli Bookimed: Data menunjukkan bahwa volume pasien di pusat medis merupakan faktor terpenting yang menentukan keamanan prosedur kompleks ini. Meskipun Sheba Medical Center menangani lebih dari 2 juta pasien setiap tahunnya, memilih ahli bedah seperti Dr. Joseph Klausner dari Klinik Sourasky, dengan pengalaman 45 tahun, secara signifikan meningkatkan hasil jangka panjang untuk gangguan pencernaan. Tim yang berpengalaman lebih baik dalam mendeteksi kebocoran selama periode kritis 48 hingga 72 jam.
Umpan balik pasien: Banyak pasien melaporkan bahwa cegukan dan perubahan pencernaan adalah hal normal karena tubuh sedang beradaptasi. Mereka menekankan perlunya memantau demam atau muntah setelah keluar dari rumah sakit, karena pemulihan penuh seringkali membutuhkan waktu 2–3 bulan.