Ke halaman utama
820К+ pasien telah mendapatkan bantuan sejak 2014
50 negara
1,500 klinik
6K+ ulasan
3K+ dokter berkualifikasi

Berapa Biaya untuk Transplantasi jantung dan paru-paru di Thailand? Cari Tahu Sekarang

Harga rata-rata Transplantasi jantung dan paru-paru di Thailand adalah $1,000,000 / 34,000,000฿, harga minimum adalah $750,000 / 25,500,000฿, dan harga maksimum adalah $1,250,000 / 42,500,000฿.
ThailandTurkiAustria
Transplantasi jantung dan paru-parudari $750,000 / 25,500,000฿dari $250,000 / 8,500,000฿dari $600,000 / 20,400,000฿
Transplantasi parudari $180,000 / 6,120,000฿dari $180,000 / 6,120,000฿dari $350,000 / 11,900,000฿
Transplantasi jantungdari $180,000 / 6,120,000฿dari $175,000 / 5,950,000฿dari $500,000 / 17,000,000฿
Data diverifikasi oleh Bookimed per July 2026, berdasarkan permintaan pasien dan penawaran resmi dari 20 klinik di seluruh dunia. Biaya median didasarkan pada faktur nyata (2025–2026) dan diperbarui setiap bulan. Harga aktual dapat bervariasi.

Keuntungan dan Jaminan Anda bersama Bookimed

Harga Langsung

Bookimed tidak menambah biaya tambahan dalam harga Transplantasi jantung dan paru-paru. Tarif berasal dari daftar harga resmi klinik. Anda membayar langsung di klinik untuk Transplantasi jantung dan paru-paru Anda saat tiba.

Hanya Klinik & Dokter Terverifikasi

Bookimed berkomitmen pada keselamatan Anda. Kami hanya bekerja dengan institusi medis yang menjaga standar internasional tinggi dalam Transplantasi jantung dan paru-paru dan memiliki izin yang dibutuhkan untuk melayani pasien internasional di seluruh dunia.

Bantuan Gratis 24/7

Bookimed menawarkan bantuan ahli gratis. Koordinator medis pribadi mendukung Anda sebelum, selama, dan setelah perawatan, menyelesaikan semua masalah Anda. Anda tidak pernah sendirian dalam perjalanan Transplantasi jantung dan paru-paru Anda.

Mengapa kami?

Asisten pribadi Bookimed Anda

  • Mendukung Anda di setiap tahap
  • Membantu memilih klinik dan dokter yang tepat
  • Memastikan akses informasi yang cepat dan mudah

Ikhtisar Transplantasi jantung dan paru-paru di Thailand

Kesimpulan
Prosedur Terkait & Biaya
Bagaimana cara kerjanya
Manfaat
Pembayaran
pasien merekomendasikan -
85%
Waktu Operasi - 8 jam
Menginap di negara - 90 hari
Rehabilitasi - 180 hari
Anestesi - Anestesi umum
Permintaan diproses - 11292
Biaya Bookimed - $0

Video Kisah dari Pasien Bookimed

Bonnie
The surgeon was extremely knowledgeable, and I am very pleased with the international service provided.
Prosedur: Bedah jantung terbuka

Bagikan konten ini

Diperbarui: 06/05/2024
Ditulis oleh
Anna Leonova
Anna Leonova
Head of Content Marketing Team
Penulis medis bersertifikat dengan pengalaman 10+ tahun, membangun konten tepercaya Bookimed, didukung Master di bidang Filologi dan wawancara ahli medis di seluruh dunia.
Fahad Mawlood
Editor Medis & Data Scientist
Dokter umum. Pemenang 4 penghargaan ilmiah. Pernah bertugas di Asia Barat. Mantan Pemimpin Tim tim medis yang mendukung pasien berbahasa Arab. Kini bertanggung jawab atas pengolahan data dan akurasi konten medis.
Fahad Mawlood Linkedin
Halaman ini mungkin menampilkan informasi terkait berbagai kondisi medis, perawatan, dan layanan kesehatan yang tersedia di berbagai negara. Perhatian: konten ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh diartikan sebagai nasihat atau panduan medis. Harap konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis profesional sebelum memulai atau mengubah perawatan medis.

FAQ tentang Transplantasi jantung dan paru-paru di Thailand

FAQ ini berasal dari pasien nyata yang mencari bantuan medis melalui Bookimed. Jawaban diberikan oleh koordinator medis berpengalaman dan perwakilan klinik terpercaya.

Rumah sakit mana yang melakukan transplantasi jantung dan paru-paru di Thailand?

Transplantasi jantung dan paru-paru di Thailand secara eksklusif dilakukan di pusat universitas elit dan rumah sakit swasta pilihan yang terakreditasi JCI di Bangkok. King Chulalongkorn Memorial Hospital dan Ramathibodi Hospital memimpin upaya publik, sementara Bumrungrad International Hospital adalah fasilitas swasta utama untuk transplantasi jantung yang kompleks.

  • Pelopor publik: King Chulalongkorn Memorial Hospital mengoperasikan Pusat Keunggulan khusus untuk Transplantasi Organ.
  • Keunggulan akademik: Ramathibodi Hospital menyediakan bedah toraks kardiovaskular terintegrasi untuk kasus jantung-paru simultan.
  • Pemimpin swasta: Bumrungrad International Hospital telah berhasil menyelesaikan lebih dari 70 prosedur transplantasi jantung.
  • Perawatan khusus: Vejthani Hospital diakui karena menyediakan prosedur transplantasi paru-paru tingkat lanjut di Bangkok.

Wawasan Pakar Bookimed: Meskipun Thailand adalah pusat global untuk banyak operasi, transplantasi jantung-paru tetap sangat terpusat. Data menunjukkan sebagian besar kasus sukses terjadi di fasilitas dengan pusat transplantasi organ khusus, bukan bangsal bedah umum. Pasien internasional harus memprioritaskan rumah sakit seperti Bumrungrad yang memiliki tim multidisiplin yang mapan untuk manajemen imunosupresi seumur hidup.

Konsensus Pasien: Pasien sering menyoroti bahwa meskipun biayanya lebih rendah, tingkat donor organ di Thailand dapat menyebabkan waktu tunggu yang lebih lama. Banyak yang menekankan pentingnya memastikan bahwa dokter di negara asal mereka akan mengelola perawatan tindak lanjut setelah kembali dari Bangkok.

Berapa tingkat keberhasilan dan kelangsungan hidup untuk transplantasi jantung dan jantung-paru di Thailand?

Tingkat kelangsungan hidup transplantasi jantung di Thailand telah mencapai standar internasional, dengan tingkat kelangsungan hidup 1 tahun saat ini antara 80,1% hingga 90% di pusat medis terkemuka. Transplantasi jantung-paru tetap jauh lebih kompleks, menunjukkan tingkat kelangsungan hidup 1 tahun sekitar 54,8% dan tingkat kelangsungan hidup 10 tahun sebesar 19,4%.

  • Tolok ukur kelangsungan hidup jantung: Kelangsungan hidup 5 tahun untuk penerima jantung rata-rata 66,3% di institusi terkemuka Thailand.
  • Hasil sektor swasta: Program khusus di fasilitas terakreditasi JCI melaporkan tingkat kelangsungan hidup 1 tahun sebesar 100% untuk transplantasi jantung.
  • Prognosis jangka panjang: Waktu kelangsungan hidup rata-rata untuk pasien transplantasi jantung di Thailand adalah 9,3 tahun.
  • Risiko mortalitas utama: Infeksi pasca-operasi dan penolakan cangkok adalah tantangan utama bagi keberhasilan jangka panjang.

Wawasan Pakar Bookimed: Meskipun tingkat kelangsungan hidup di rumah sakit universitas tingkat atas seperti Chulalongkorn setara dengan rekan global, ketersediaan donor tetap menjadi faktor pembatas. Data menunjukkan lonjakan keberhasilan yang signifikan sejak 2008 karena protokol imunosupresan yang disesuaikan. Ini menunjukkan bahwa pasien harus memprioritaskan klinik dengan departemen farmakogenetik khusus untuk mengelola risiko penolakan secara efektif.

Konsensus Pasien: Banyak yang mengakui bahwa prosedur jantung saja memiliki peluang hasil yang lebih baik daripada operasi gabungan jantung-paru. Pasien menekankan bahwa mendapatkan tempat di rumah sakit terakreditasi JCI sangat penting untuk perawatan pasca-operasi yang andal.

Rumah sakit mana di Thailand yang melakukan transplantasi jantung dan paru-paru?

King Chulalongkorn Memorial Hospital dan Bumrungrad International Hospital adalah fasilitas utama yang melakukan transplantasi jantung dan paru-paru di Thailand. Institusi yang berbasis di Bangkok ini mengoperasikan pusat-pusat khusus dengan tim multidisiplin, meskipun prosedur gabungan jantung-paru tetap jauh lebih jarang daripada transplantasi organ tunggal di seluruh wilayah tersebut.

  • Pemimpin universitas: King Chulalongkorn Memorial Hospital melakukan transplantasi jantung pertama di Thailand pada tahun 1987.
  • Pusat publik khusus: Fakultas Kedokteran Rumah Sakit Siriraj dan Ramathibodi memiliki program transplantasi toraks yang aktif.
  • Ketersediaan sektor swasta: Bumrungrad International Hospital adalah satu-satunya fasilitas swasta yang menangani transplantasi jantung yang kompleks.
  • Keahlian paru-paru: Central Chest Institute of Thailand secara khusus berspesialisasi dalam bedah penyakit kardiovaskular dan paru-paru.

Wawasan Pakar Bookimed: Meskipun Thailand adalah pusat medis global, transplantasi gabungan jantung-paru sangat jarang dilakukan. Data menyarankan untuk fokus pada rumah sakit dengan volume transplantasi organ tunggal yang tinggi seperti Excellence Center for Organ Transplantation. Ahli bedah di pusat-pusat tingkat atas ini sering kali memiliki pelatihan fellowship Barat, yang merupakan indikator kualitas penting untuk operasi toraks yang kompleks.

Konsensus Pasien: Pasien menekankan bahwa meskipun keahlian transplantasi organ tunggal tinggi, kasus gabungan jantung-paru adalah tantangan yang berbeda. Banyak yang menyarankan untuk memastikan adanya spesialis lokal di negara asal untuk mengelola imunosupresi jangka panjang sebelum bepergian untuk prosedur tersebut.

Berapa lama daftar tunggu rata-rata untuk transplantasi jantung atau jantung-paru di Thailand?

Daftar tunggu untuk transplantasi jantung atau jantung-paru di Thailand sangat tidak dapat diprediksi karena kekurangan donor. Sebagian besar pasien menunggu beberapa bulan hingga bertahun-tahun. Meskipun hanya 10,7% pasien dalam daftar tunggu yang menerima organ pada tahun 2019, fasilitas swasta sering melaporkan waktu tunggu yang lebih singkat, yaitu 2 hingga 6 bulan untuk pasien internasional.

  • Ketersediaan donor: Hambatan kritis karena hanya 15–20 transplantasi yang terjadi setiap tahun meskipun kapasitasnya mencapai 40 pasien.
  • Urgensi medis: Prioritas diberikan kepada pasien di unit perawatan intensif atau mereka yang menggunakan dukungan jantung mekanis.
  • Kecocokan biologis: Waktu tunggu bergantung pada golongan darah, ukuran tubuh, dan kecocokan antibodi spesifik.
  • Statistik nasional: Hanya 39 pasien yang berada dalam daftar tunggu jantung-paru per tahun 2022.

Wawasan Pakar Bookimed: Sistem medis Thailand menciptakan pengalaman daftar tunggu jalur ganda. Rumah sakit umum memprioritaskan warga negara Thailand dengan waktu tunggu lebih dari 3 tahun. Pusat swasta di Bangkok memanfaatkan kelompok yang lebih kecil dan faktor kemampuan membayar. Hal ini sering kali mengurangi waktu tunggu bagi pasien internasional menjadi kurang dari 6 bulan.

Konsensus Pasien: Banyak pasien menghargai waktu tunggu yang jauh lebih singkat dibandingkan dengan AS. Namun, mereka memperingatkan tentang kurangnya data hasil yang transparan dan sulitnya koordinasi perawatan pascaoperasi setelah kembali ke rumah.

Berapa lama waktu pemulihan yang diharapkan setelah transplantasi jantung-paru?

Pemulihan setelah transplantasi jantung-paru melibatkan jadwal yang cermat selama 6 hingga 12 bulan. Pasien biasanya menghabiskan 3 hingga 7 hari di perawatan intensif sebelum pindah ke bangsal khusus. Sebagian besar individu keluar dari rumah sakit dalam waktu 21 hari, meskipun kasus yang kompleks mungkin memerlukan hingga 3 bulan pemantauan rawat inap.

  • Pemantauan awal: 7 hari pertama memerlukan ventilator dan dukungan unit perawatan intensif 24 jam.
  • Pemulangan rumah sakit: Sebagian besar pasien meninggalkan fasilitas dalam waktu 10 hingga 21 hari pascaoperasi.
  • Pembatasan fisik: Mengemudi dan mengangkat beban lebih dari 10 pon (sekitar 4,5 kg) dilarang selama 8 hingga 12 minggu.
  • Tonggak aktivitas: Olahraga ringan seperti joging atau berenang biasanya dilanjutkan setelah 6 bulan.
  • Stabilitas jangka panjang: Kembali sepenuhnya ke kehidupan aktif biasanya terjadi antara 6 dan 12 bulan.

Wawasan Pakar Bookimed: Data klinis menunjukkan bahwa 40% pasien menghadapi infeksi pada tahun pertama. Memilih pusat di Bangkok dengan koordinasi transplantasi khusus membantu mengelola tindak lanjut yang sering ini. Mempertahankan tempat tinggal lokal selama 3 bulan pasca-pemulangan sangat penting untuk intervensi segera jika tanda-tanda penolakan muncul.

Konsensus Pasien: Banyak penyintas menyarankan untuk bersiap menghadapi kelelahan hebat dan tantangan kesehatan mental selama 3 bulan pertama. Pemulihan yang sukses sering kali bergantung pada memiliki pengasuh penuh waktu dan memprioritaskan tidur daripada tonggak fisik.

Apakah transplantasi jantung dan paru-paru gratis bagi warga negara Thailand?

Transplantasi jantung dan paru-paru tidak sepenuhnya gratis bagi warga negara Thailand meskipun ada cakupan kesehatan publik. Meskipun Skema Cakupan Universal (UCS) memberikan subsidi yang signifikan di rumah sakit pemerintah yang ditunjuk seperti Siriraj atau Chulalongkorn, pasien sering menghadapi biaya tambahan yang substansial untuk obat-obatan khusus dan kamar pribadi.

  • Skema kesehatan: UCS, Jaminan Sosial, dan skema Pegawai Negeri memberikan subsidi biaya bedah utama.
  • Pusat utama: Transplantasi dilakukan di fasilitas publik yang disetujui termasuk rumah sakit Ramathibodi dan Rajavithi.
  • Biaya berkelanjutan: Obat imunosupresan seumur hidup bisa menelan biaya 20.000 hingga 50.000 THB per bulan setelah subsidi.
  • Opsi swasta: Rumah sakit swasta seperti Bumrungrad International mengenakan tarif penuh, mencapai hingga 42,5 juta THB.

Wawasan Pakar Bookimed: Meskipun skema publik menanggung operasi dasar, tantangan keuangan yang sebenarnya adalah perawatan pasca-operasi jangka panjang. Banyak keluarga masih perlu menganggarkan 1 hingga 2 juta THB untuk biaya tambahan yang tidak ditanggung oleh Daftar Obat Esensial Nasional. Selalu konsultasikan dengan pekerja sosial rumah sakit sebelum bergabung dengan daftar tunggu untuk memverifikasi persyaratan pembayaran bersama saat ini.

Konsensus Pasien: Prosedur berbiaya tinggi sering kali mengharuskan keluarga untuk menjual aset atau menggunakan penggalangan dana untuk obat-obatan. Sebagian besar pasien menekankan bahwa operasi hanyalah yang pertama dari banyak pengeluaran berkelanjutan.

Can international medical tourists undergo a combined heart-lung transplant in Thailand?

International medical tourists cannot undergo a combined heart-lung transplant in Thailand. Thai regulations and ethical standards reserve deceased donor organs for Thai citizens. Thailand is a premier hub for complex surgeries. However, deceased donor transplants remain legally restricted to resident nationals.

  • Organ allocation: The Thai Red Cross Society manages organ distribution across the Kingdom.
  • Donor restrictions: Combined heart-lung procedures require deceased donors. This excludes international tourists.
  • Living donors: Foreigners may access living donor transplants for kidneys or partial livers.
  • Legal proof: Living donors must prove a blood relationship or three-year legal marriage.
  • Ethical standards: Thailand follows the Declaration of Istanbul to prevent commercial organ trafficking.

Bookimed Expert Insight: Thailand remains a high-volume centre for specialised cardiac care, though transplants are unavailable to tourists. Hospitals like Bumrungrad and Vejthani serve thousands of international patients annually. They perform heart valve repairs and bypass surgeries. Australians often find wait times for non-transplant cardiac procedures are significantly shorter than at home.

What health criteria and conditions exclude a patient from receiving a heart-lung transplant in Thailand?

Thailand clinics exclude patients from heart-lung transplants if they have active cancer, irreversible multi-organ failure, or uncontrolled systemic infections. Leading Bangkok centres follow international standards. Candidates with a BMI over 35 or severe psychosocial instability are typically disqualified for safety.

  • Clinical exclusions: Malignancies within the last 5 years generally disqualify patients.
  • Organ function: Kidney failure with a GFR under 40 excludes candidates.
  • Physical barriers: Severe chest wall deformities that restrict lung expansion.
  • Lifestyle factors: Active substance abuse or lacking a reliable support system.
  • Age limits: Patients over 55 to 65 are evaluated case-by-case.

Bookimed Expert Insight: Thai transplant protocols are rigorous because the country serves many international patients. While a BMI of 30–34 is a relative risk, most Bangkok specialists require it to be lower. This strictness helps maintain the high success rates reported across the 152 clinics in the region.

What are the survival success rates for a combined heart-lung transplant in Thailand?

Combined heart-lung transplants in Thailand show a 1-year survival rate of approximately 54.8%. The 10-year survival rate is around 19.4%. These rates reflect the complexity of multi-organ procedures at specialised Thai centres. Key facilities include King Chulalongkorn Memorial Hospital (KCMH) in Bangkok.

  • Procedure rarity: Only 15% of thoracic transplants involve combined heart-lung procedures in leading hubs.
  • Comparative success: Isolated heart transplants reach higher 1-year survival rates between 80.1% and 90%.
  • Survival factors: Outcomes improve in contemporary eras due to better infection control and graft management.
  • Regional expertise: Specialist teams in Bangkok handle complex cases like congenital heart disease and pulmonary hypertension.

Bookimed Expert Insight: Thailand has over 150 clinics, but heart-lung transplants are concentrated in university hospitals. These procedures are more expensive than in Australia, often costing $750,000 to $1,250,000. Patients should prioritise centres with high thoracic case volumes rather than general surgical ratings.

Patient Consensus: Patients recommend checking the specific case volume of the transplant team. They should also check if the intensive care unit has experience with multi-organ recovery. Success in Thailand depends on clear post-operative support and coordinating follow-up care with Australian specialists.

Which major hospitals in Thailand are equipped to perform a heart-lung transplant?

King Chulalongkron Memorial Hospital and Bumrungrad International Hospital are the primary Thai facilities for combined heart-lung transplants. Both Bangkok-based centres operate specialised multidisciplinary units. These procedures remain rare in Southeast Asia. This is due to strict organ donor availability and complex matching requirements.

  • Clinical leadership: King Chulalongkorn Memorial Hospital specialises in complex intrathoracic organ transplants.
  • Private certification: Bumrungrad International Hospital is certified by the Thai Red Cross Society centre.
  • Cardiac support: Bangkok Heart Hospital provides critical intensive care and mechanical circulatory support.
  • Donor governance: The Thai Red Cross Society Organ Donation Centre strictly centralises all allocations.

Bookimed Expert Insight: Heart-lung transplants in Thailand cost from $750,000 to $1,250,000. This exceeds the Australian average of $555,000. Data highlights that Thailand is better suited for standalone heart or lung surgeries. This is because domestic citizens receive donor priority.

Patient Consensus: Patients find Thailand excellent for standalone cardiac or lung surgery. They advise verifying active program statuses and ICU capabilities before travel. Australian specialists should review any overseas transplant plan first.

What is the typical age limit for a heart-lung transplant in Thailand?

The typical age limit for a heart-lung transplant in Thailand is 55 years. Transplant teams consider biological age and physical health more critical than chronological age. Factors like kidney function and liver health determine final eligibility. Teams also assess the patient's ability to withstand intensive immunosuppressant therapy.

  • Recipient limit: Most Thai centres set a maximum age of 55 for recipients.
  • Donor criteria: Heart donors are usually under 50 to help the graft survive.
  • Biological fitness: Specialists assess frailty and physiological reserve rather than just birth years.
  • Single organs: Age limits for isolated heart or lung transplants often reach 65–70.

Bookimed Expert Insight: While 55 is the standard benchmark, centres in Thailand prioritise organ function over birth certificates. A healthy 60-year-old with strong kidney performance may be a better candidate. This is especially true compared to a younger patient with systemic issues. Always request written eligibility criteria regarding body mass index and frailty scores before booking.

Patient Consensus: Eligibility is determined on a case-by-case basis after intensive medical screening in Thailand. Patients recommend confirming whether centres offer telehealth for follow-up care before travelling back home.

What does the recovery and long-term follow-up process involve for a heart-lung transplant in Thailand?

Recovery starts with a 10 to 21-day hospital stay in Bangkok. The process involves intensive 24-hour monitoring and mechanical ventilation for 3 to 7 days. Patients also start immediate physical rehabilitation. Long-term care focuses on lifelong immunosuppressive therapy and coordinated cardiologist check-ups to prevent organ rejection.

  • In-hospital phase: Patients spend the first week in intensive care using chest tubes.
  • Sternal protection: Strict lifting limits under 4.5 kilograms apply for several weeks.
  • Mandatory monitoring: International patients must remain in Thailand for at least 3 months.
  • Drug protocol: Lifelong triple-drug immunosuppression is required daily to maintain organ health.
  • Follow-up tests: Regular blood work and biopsies monitor for rejection or infection risks.

Bookimed Expert Insight: Heart-lung transplants in Thailand are highly complex. This is reflected in the $750,000 starting cost. Patients should prepare for a three-month local stay in Bangkok before flying home. This stay allows specialists to perform frequent pulmonary function tests and biopsies. They use these results to adjust medications during the early recovery window.

Patient Consensus: Patients suggest coordinating with Australian specialists early. This helps manage long-term scripts and imaging once back home. Successful recovery in Thailand depends on following the intensive daily rehabilitation and medication schedules.

What is the standard evaluation process for a heart-lung transplant patient in Thailand?

Heart-lung transplant evaluation in Thailand involves a strict protocol at major centres like Vejthani Hospital. The process follows international standards to confirm eligibility. It includes clinical screening, dual-organ diagnostic testing, and psychosocial assessments before national registry listing.

  • Clinical screening: Specialists review medical history and lifestyle to confirm end-stage cardiopulmonary failure.
  • Organ assessments: Tests include spirometry, 6-minute walk tests, echocardiograms, and cardiac catheterisation.
  • Systemic screening: Renal and hepatic panels evaluate if organs can tolerate lifelong immunosuppression.
  • Psychosocial review: Experts use specific tools to assess mental health and cognitive stability.
  • Registry listing: The Thai Red Cross Society manages the national waitlist based on urgency.

Bookimed Expert Insight: Thai medical centres often require a local financial and caregiving clearance before formal listing. While procedure costs range from $750,000 to $1,250,000, patients should budget for an extended stay. Major hospitals in Bangkok serve over 4,000 international patients annually. This highlights their capacity for complex logistics.

Patient Consensus: Expect a specialised work-up involving multiple departments rather than a single appointment. Australian patients often find it helpful to complete initial cardiac and pulmonary tests locally before travelling.

Dapatkan konsultasi gratis

Pilih cara terbaik agar kami menghubungi Anda