Terapi proton untuk kanker payudara di Istanbul biasanya memakan biaya mulai dari $19,500 hingga $32,000. Total biaya bergantung pada durasi rangkaian perawatan, kebutuhan pencitraan, dan sistem radioterapi spesifik yang digunakan oleh klinik. Pasien dapat menghemat sekitar 64% dibandingkan dengan di AS, di mana prosedur ini rata-rata menelan biaya $110,000. Harga standar biasanya mencakup konsultasi onkologi, perencanaan perawatan 3D, dan sesi terapi.
Wawasan Pakar Bookimed: Istanbul adalah pusat onkologi utama di Turki, yang menampung departemen radioterapi paling canggih di negara tersebut. Banyak pusat layanan, seperti Memorial Bahçelievler, memiliki status LEED Platinum dan menggunakan teknologi kelas atas Elekta Versa HD. Pakar onkologi seperti Profesor Berrin Pehlivan, yang melakukan penelitian di Paul Scherrer Institute, membawa pengetahuan khusus terapi proton ke rumah sakit terakreditasi JCI di Istanbul, memastikan perawatan tingkat akademis dengan harga pasar lokal.
| Turki | Austria | Spanyol | |
| Terapi proton untuk kanker payudara | dari $30,000 | dari $55,000 | dari $85,000 |
Dr. Mustafa Solak berspesialisasi dalam pengobatan kanker payudara, dengan pelatihan fellowship di Institut Kanker Universitas Hacettepe dan pengalaman di MD Anderson Cancer Center.
Prof. Dr. Abdullah Sakin adalah profesor onkologi medis. Beliau menangani tumor padat, termasuk kanker paru-paru, payudara, gastrointestinal, genitourinari, ginekologi, kanker kepala dan leher, serta melanoma.
Beliau memberikan perawatan yang dipersonalisasi dan berbasis bukti. Perawatannya meliputi kemoterapi, terapi target, imunoterapi, terapi hormon, dan onkologi presisi. Beliau telah menulis lebih dari 200 publikasi ilmiah dan berpartisipasi dalam penelitian klinis internasional. Pekerjaan ini memajukan perawatan kanker yang berpusat pada pasien.
Prof. Dr. Gül Alço adalah ahli onkologi radiasi dengan pengalaman sekitar 27 tahun. Beliau menangani kanker payudara, paru-paru, prostat, saluran pencernaan, ginekologi, sistem saraf pusat, kepala dan leher, jaringan lunak, serta tulang dengan radioterapi.
Keahliannya meliputi radioterapi adaptif dan bedah radiasi (radiosurgery). Beliau menggunakan teknik radiasi canggih untuk memberikan perawatan yang dipersonalisasi dan berbasis bukti dalam lingkungan multidisiplin yang berpusat pada pasien.