Prosedur LEEP di Turki memerlukan diagnosis displasia serviks tingkat tinggi yang dikonfirmasi melalui biopsi, biasanya CIN 2 atau CIN 3. Tim medis di pusat-pusat yang terakreditasi JCI, seperti Rumah Sakit Florence Nightingale di Istanbul, memerlukan pemeriksaan Pap smear terbaru, skrining HPV risiko tinggi, dan kolposkopi diagnostik untuk melokalisasi lesi secara akurat sebelum eksisi bedah.
- Biopsi diagnostik: Untuk membenarkan intervensi bedah, pemeriksaan histopatologi diperlukan untuk mengkonfirmasi adanya displasia sedang hingga berat.
- Pemeriksaan infeksi: Klinik melakukan tes darah standar untuk HIV, hepatitis B, dan C, serta mengambil sampel usap dari jaringan lokal.
- Konfirmasi kehamilan: Sebelum prosedur, perlu dilakukan tes urine atau serum darah segar untuk hCG.
- Tes darah praoperasi: Hitung darah lengkap (CBC) dan koagulogram memastikan pembekuan darah yang aman selama elektrokoagulasi.
Pendapat para ahli Bookimed: Meskipun pasien sering membawa hasil biopsi dari luar negeri, ahli bedah terkemuka di Istanbul biasanya bersikeras melakukan kolposkopi di tempat. Hal ini memungkinkan spesialis untuk memetakan zona transformasi secara pribadi sebelum menggunakan alat USG. Mengkoordinasikan hasil patologi terlebih dahulu, dalam waktu 24-48 jam, dapat secara signifikan mempersingkat masa tinggal Anda di Turki.
Opini pasien: Pasien menekankan bahwa hasil tes HPV positif yang valid merupakan persyaratan utama untuk masuk ke negara tersebut. Sebagian besar pelancong menyarankan untuk membawa salinan kertas dari sampel patologis sebelumnya untuk membantu dokter mempercepat konfirmasi diagnosis lokal yang wajib dilakukan.