Pengurangan turbinat merupakan prosedur yang aman dengan tingkat keberhasilan yang tinggi, meskipun potensi komplikasinya meliputi mimisan, hidung tersumbat sementara, dan pembentukan kerak selama periode pemulihan awal. Risiko jangka panjang yang jarang terjadi meliputi sindrom hidung kosong akibat pengurangan yang berlebihan, adhesi jaringan parut, atau kekeringan hidung kronis, yang memerlukan perawatan pascaoperasi khusus yang berkelanjutan.
- Mimisan: Keluaran cairan bercampur darah ringan biasanya terjadi selama 2-3 hari setelah operasi.
- Kerak dan pembentukan kerak: Penyembuhan mukosa hidung sering disertai dengan pembentukan kerak selama 3-4 minggu setelah operasi.
- Sindrom hidung kosong: Suatu kondisi langka di mana pengurangan volume hidung yang terlalu agresif menyebabkan obstruksi paradoks dan kekeringan parah.
- Regenerasi jaringan: Pembesaran jaringan dapat terjadi kembali jika tindakan efektif untuk mengobati reaksi alergi tidak dilakukan.
- Perforasi septum ventrikel: Lubang kecil pada septum dapat menyebabkan suara mendesis atau perdarahan.
Pendapat ahli Bookimed: Meskipun banyak yang memilih pengurangan turbinat untuk mendapatkan kelegaan segera, data kami menunjukkan bahwa pasien sering menggabungkannya dengan septoplasti. Misalnya, Dr. Tayfun Apuhan dari Rumah Sakit Hisar telah melakukan lebih dari 4.000 prosedur THT. Memilih ahli bedah yang sangat berkualitas meminimalkan risiko pengurangan turbinat yang berlebihan, yang merupakan penyebab utama kekeringan jangka panjang.
Umpan balik pasien: Banyak pasien melaporkan bahwa pembentukan kerak tebal berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan, seringkali hingga 4 minggu. Mereka menekankan bahwa berkumur dengan larutan garam dan penggunaan pelembap udara setiap hari sangat penting untuk pemulihan yang nyaman.