Risiko pembongkaran kelenjar getah bening meliputi limfedema, pembentukan seroma, dan kerusakan saraf yang menyebabkan mati rasa atau kelemahan yang terus-menerus. Komplikasi jangka pendek seperti infeksi, hematoma, dan kekakuan sendi adalah umum terjadi. Teknik minimal invasif dengan video -torakoskopi atau bantuan robotik di pusat-pusat terakreditasi JCI di Turki bertujuan untuk mengurangi morbiditas pasca-operatif ini.
- Limfedema: Pembengkakan kronis terjadi pada 20–30% pembongkaran aksila atau pelvis yang ekstensif.
- Seroma: Penumpukan cairan di bawah kulit sering memerlukan aspirasi jarum atau drainase sementara.
- Cedera saraf: Kerusakan pada saraf sensorik menyebabkan rasa terbakar permanen, kesemutan, atau mati rasa lokal.
- Masalah mobilitas: Pembentukan jaringan parut dapat menyebabkan "cording" atau pembatasan gerakan bahu dan leher.
Wawasan Ahli Bookimed: Data dari pusat-pusat terkemuka di Turki seperti Anadolu Medical Center menunjukkan pergeseran menuju pembongkaran retroperitoneal dan mediastinal dengan bantuan robotik. Meskipun teknologi canggih ini memerlukan investasi yang lebih tinggi, biasanya antara $25.850 dan $30.250, namun secara signifikan mengurangi risiko kerusakan saraf jangka panjang dibandingkan dengan operasi terbuka tradisional. Memilih ahli bedah dengan lebih dari 1.000 prosedur, seperti yang berafiliasi dengan Johns Hopkins, lebih lanjut menstabilkan hasil pemulihan.
Konsensus Pasien: Pasien menekankan bahwa limfedema sering muncul beberapa bulan kemudian, memerlukan manajemen seumur hidup dengan pakaian kompresi. Banyak yang mencatat bahwa mati rasa saraf pasca-operasi lebih luas daripada yang awalnya dijelaskan oleh tim bedah mereka.